IBIE's BLOG        GALERY BACA



Jan 23, 2006
Keutamaan Bangun Pagi

Berhati-hatilah dari terpaan rasa kantuk dan berusahalah tidak tdur pada ruas waktu setelah Subuh hingga terbitnya matahari.  Para salafushalih sangat tidak menyukai tidur pada waktu itu.

Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam Madarijus Salikin menyebutkan “Di antara tidur yang tidak disukai menurut mereka ialah tidur diantara shalat subuh dan terbit matahari, karena ini merupakan waktu untuk memperoleh hasil bagi perjalanan ruhani, pada saat itu terdapat keistimewaan besar, sehingga  seadainya mereka melakukan perjalanan (kegiatan) semalam suntuk pun, belum tentu dapat menandinginya.”

Duduklah berzikir setelah subuh hingga matahari terbit adalah sunnah.  Dari Abu Umamah Ra dikatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa  yang sholat subuh berjamaan kemudian duduk berzikir kepada Allah sampai terbitnya matahari, kemudian berdiri sholat dua rakaat, maka ia memperoleh pahala haji dan umrah.”

Waktu ba’da subuh hingga terbit matahari adalah waktu pernuh barakah yang seharusnya benar-benar dipelihara oleh setiap mukmin. 

“Peliharalah waktu itu dengan mengisinya melalui tilawatul Qur’an satu juz dalam satu hari, berdzikir atau menghapal. Inilah yang dilakukan Rasulullah SAW selesai menunaikan shalat subuh, bahwa ia duduk di tempat shalatnya hingga terbit matahari” (HR. Muslim)

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadis dari Anas bin Malik dari Rasulullah, bahwa beliau bersabda ; “ Barangsiapa shalat fajar berjamaah di masjid, kemudian tetap duduk berdzikir mengingat Allah, hingga terbit matahari lalu sholat dua rakaat (Dhuha), maka seakan-akan ia mendapat pahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna, dan sempurna.” (Diriwayatkan Shahih oleh Al-Albani).

Sumber : 24 Jam bersama Orang-Orang Shalih di Bulan Ramadhan. Tarbawi.   Edisi 118 Th.7 13 Oktober 2005.


Posted at 07:45 pm by febri78

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home

   

<< January 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


<Mawar Pertama :
Ingatlah bahwa sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengampuni orang yang beristigfar, Maha Pemberi taubat atas siapa saja yang bertaubat, dan menerima orang yang kembali kepada-Nya.

Mawar Kedua :
Cintailah orang-orang yang lemah, pasti kau mendapat kebahagiaan. Berilah kepada orang-orang yang membutuhkan, pasti kau mendapatkan kepuasan. Dan tahanklah marahmu, pasti kau mendapat kemaafan.

Mawar Ketiga:
Bersikaplah optimis, karena Allah selalu bersamamu, para malaikat selalu memohon ampunan untukmu, dan syurga pun selalu menantimu.

Mawar Keempat:
Hapuslah air matamu dengan berprasangka baik kepadaNya. Buanglah segala penderitaan dan kesedihanmu dengan mengingat segala nikmat Allah kepadamu.

Mawar Kelima:
Jangan sekali-kali beranggapan bahwa dunia ini sempurna atas diri seseorang, karena tidak seorangpun di dunia ini yang bisa meraih segala yang diinginkan, dan tidak ada seseorang yang terbebas dari kekurangan sedikitpun.

Mawar Keenam:
Jadilah seperti pohon kurma yang memiliki kemauan keras dan jauh dari gangguan. Bila ia dilempar dengan batu, ia justru menjatuhkan buahnya yang segar.

Mawar Ketujuh:
Pernahkan kau mendengar bahwa sesungguhnya kesedihan itu dapat mengembalikan kenangan di masa lalu, dan sesungguhnya kegelisahan itu dapat membenarkan kesalahan. Maka dari itu, mengapa kau harus bersedih dan merasa gelisaj.

Mawar Kedelapan:
Jangan mengharapkan datangnya ujian dan fitnah, tapi berharaplah datangnya ketentraman, keselamatan, dan kesehatan dengan izin Allah.

Mawar Kesembilan :
Padamkanlah api kebencian dari dadamu dengan memberi maaf kepada setiap orang yang berbuat jahat kepadamu.

Mawar Kesepuluh :
Mandi, berwudhu, memakai wewangian, dan bersiwak dengan teratur, merupakan obat mujarab untuk mengatasi kepenatan dan kesempitan.

(Dari Buku Tips Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia. Dr. Aidh bin Abdullah Al-Qarni.M.A)

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed